Jangan Mudik! Agar Korona Tak Menjalar ke Kampung Halaman

DAFTAR Isi : Tampilkan
Tidak hanya menyusun rancangan peraturan pemerintah karantina wilayah, Menkopolhukam Mahfud MD menjelaskan pihaknya  tengah menyiapkan ketentuan agar masyarak tidak buru-buru mudik. ”Sekarang kita dalam situasi bencana sehingga sedang dipertimbangan juga satu kebijakan larangan mudik menjelang lebaran serta mulai Hari Ini karena Korona Semakin merebak,” jelasnya.
Jangan Mudik! Agar Korona Tak Menjalar ke Kampung Halaman
 #janganmudik Via Instagram

Kepada kementerian dan lembaga, Mahfud menyebut, anggaran untuk program mudik bareng sudah diminta dipakai membantu penanggulangan virus korona. Sebagaimana sudah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Khusus Kementerian Pertahanan (Kemhan), kemarin instansi tersebut sudah mengeluarkan surat edaran larangan mudik tahun ini.

Direktur Jendral Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyatakan bahwa rapat-rapat mengenai mudik telah digelar marathon. Keputusan awal, penyelenggaraan mudik gratis yang dilakukan pemerintah, BUMN, maupun swasta ditiadakan. Sementara untuk pelarangan mudik masih dalam pembahasan. ”Tahapannya imbauan dulu,” tuturnya kemarin.

Dia menyadari bahwa imbauan tidak dipatuhi oleh masyarakat. Bahkan ada yang sudah nekat pulang. Namun untuk pelarangan, membutuhkan rapat yang lebih tinggi. Senin nanti direncakan akan ada rapat terbatas para menteri yang akan membahas hal ini. ”Dari eselon satu sepakat bahwa untuk pelarangan mudik,” ucapnya.
Kampanye Jangan Mudik! Agar Korona Tak Menjalar ke Kampung Halaman
Sumber tertera

Budi menyatakan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan TNI. Ada beberapa skema yang akan dilakukan jika nanti benar-benar ada aturan larangan mudik. Misalnya di pintu keluar Jabodetabek akan diberi sekat. Penutupan dilakukan di jalan tol dan jalan nasional. ”Waktunya kapan sudah ada skemanya,” ungkapnya.

Yang belum diantisipasi adalah mudik dini. Menurut Budi, berdasarkan data yang dimilikinya ada peningkatan jumlah penumpang datang di beberapa terminal Tipe A di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Lonjakan terjadi pada 20-22 Maret. ”Rata-rata penumpang dari Jabodetabek,” ucapnya. Budi mencontohkan terminal yang mulai ramai ada di Solo, Wonogiri, dan Purwokerto.

Menindaklanjuti hal ini, Budi meminta kepala Balai Pengelola Transportasi Darat dan Dinas Perhubungan untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat. Pengecekan kesehatan pada mereka yang datang dari Jabodetabek harus dimasifkan.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menambahkan bahwa limpahan pemudik dari Jabodetabek ini membuat penularan semakin banyak. Dia baru mendapat laporan dari Kabupaten Sumedang bahwa ada peningkatan orang dalam pengawasan setelah ada banyak pemudik dari Jabodetabek. ”Kalau tidak ada pelarangan dari pemerintah, dikhawatirkan akan tambah zona merah di tujuan mudik,” ucapnya kemarin.

Di sisi lain, PT KeretaApi Indonesia (KAI) melakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh lingkungan kerja unit angkutan barang. ”Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin pasokan logistik melalui kereta barang aman dan lancar. Serta tidak terganggu oleh merebaknya wabah Covid-19,” ujar VP Public Relations KAI Yuskal Setiawan kemarin.

Yuskal menambahkan, hal ini menunjukkan bahwa KAI tak hanya fokus pada pelayanan di angkutan penumpang. Namun juga pada angkutan barang. ”Khusus untuk angkutan binatang, sementara ini kami hentikan pelayanannya,” tuturnya.

PASANG IKLAN ANDA DI WEB INI
JASA IKLAN MURAH
Iklan by Lombokterkini.id
NOTE !!!
Artikel ini adalah hasil Research Tim Lombokterkini.id dari 1001 media Lokal *Lombok dan Nasional *Indonesia. Baca Syarat dan kentuan Kami disini dan Jika ada pengaduan silahkan Kontak kami melalui Email Lombokterkini.id@gmail.com

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama