Parah! Tidak Setuju Tarawih dan Shalat Jumat Ditiadakan, Warga Lobar Lakukan Demo

DAFTAR Isi : Tampilkan

Tidak Setuju Tarawih dan Shalat Jumat Ditiadakan, Warga Jerowaru Lobar Lakukan Demo

Ratusan warga Desa Bengkel Kacamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat (Lobar) melalukan demonstrasi setelah Sholat Tarawih, Kamis (30/4) malam tadi diimbau ditiadakan Pemerintah Daerah.

Para pendemo tidak sepakat untuk meniadakan sholat Jumat dan Tarawih berjamaah di Masjid akibat wabah Corona Virus Disease (Covid-19).


Kepala Desa Bengkel, H Muhammad Idrus membenarkan adanya demo warga tersebut.  Menurutnya, demo yang berlangsung di depan Masjid Jami’ Saleh Hambali perempatan Bengkel tersebut dikarenakan warga menolak imbauan Majelis Ulama Islam (MUI) Kabupaten Lombok Barat yang sebelumnya mengimbau warga meniadakan sholat jumat dan sholat tarawih berjamaah di Masjid di tengah pandemi Covid-19.

“Setelah diumumkan untuk tidak ada sholat Jumat selesai Sholat tarawih tadi, warga langsung kumpul di depan masjid Bengkel menolak imbauan itu,” katanya, Jumat (1/5) pukul 00:20.

Idrus menyebut, warga memang sejak awal tidak sepakat meniadakan Sholat jumat dan Sholat tarawih secara berjamaah. “Nah mendengar imbauan untuk meniadakan sholat jumat dan tarawih. Sontak ratusan warga demo,” sebutnya.

Terpisah, Kapolres Lombok Barat AKBP Bagus Satriyo Wibowo menyebut, kerumunan warga di penempatan depan masjid Bengkel tersebut masih ditelusuri motif dasar warga berdatangan.

Bagus menilai, kerumanan warga di perempatan Bengkel tersebut bukan untuk berdemo. “Kita akan dalami dulu motifnya seperti. Tadi setelah kita cek ke lokasi warga langsung bubar,” tegasnya.

Ia pun meminta, agar warga selalu mematuhi protap penanganan Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat. “Apalagi jika ada yang berkerumun. Kita minta jangan lagi ada kerumunan. Dan warga harus tetap tenang semasa pandemi Covid-19 ini,” tandasnya.

Menurut Ketua Pengurus Cabang Nahdatul Ulama Kabupaten Lombok Barat, Dr. Nazar Na’ami, M.Si mengatakan, demo warga Bengkel ini disinyalir karena ada informasi yang miss di tengah masyarakat.

Nazar menilai, imabaun MUI Lobar untuk meniadakan Sholat Jumat dan Sholat Tarawih berjamaah semata-mata demi kebaikan bersama warga Lobar.

Apalagi untuk mencegah sebaran wabah Covid-19 kata Nazar menambahkan, imabuan untuk mengganti Sholat jumat dengan sholat Dzuhur di rumah masing-masing sudah melalui perdebatan panjang di pemerintah Kabupaten Lobar.

“Kita lihat wabah ini sangat bahaya jika masih ada warga yang berkerumun. Imbauan meniadakan sholat jumat ini juga sudah memenuhi kaedah secara hukum agama. Dan itu dibolehkan,” kata Nazar.
Ia pun menduga, ada ada komunikasi yang terputus antar warga dan pemerintah setempat. Sehingga demo ini tak bisa dikendalikan.

“Padahal secara syar’i kita boleh tidak sholat jumat di tengah pandemi Covid-19. Apalagi untuk menghindari warga terpapar Covid-19. Ini saya kira harus ditelusuri siapa yang menggerakkan warga untuk berdemo,” pungkasnya.

Editor : MMR

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama