3 Fakta Dibalik Viralnya Gili Tangkong Lombok Yang DiJual Online

DAFTAR Isi : Tampilkan

3 Fakta Dibalik Viralnya Gili Tangkong Lombok Yang DiJual Online
Gili Tangkong Lombok

Ada banyak gili di sekitar Pulau Lombok, dengan karakter dan keunikan pesona yang berbeda-beda. Salah satunya adalah Gili Tangkong. Pulau kecil yang satu ini sangat cocok bagi Anda yang suka dengan tempat sepi, jauh dari keramaian dan hiruk pikuk dunia.


Gili Tangkong berada di Kecamatan Sekotong, Lombok bagian Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Wilayahnya hanya 28 hektar dibandingkan luas Pulau, sehingga menjadi tempat di tengah lautan yang eksotis dan mempesona. Pantai Gili Tangkong menjadi tempat atraktif dikunjungi.


Kabar mengejutkan dan viral datang dari Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB). Pasalnya, Pulau atau Gili Tangkong di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat diduga dijual secara online melalui situs private island online ke investor dalam perusahaan atau pribadi.


Fakta Dibalik Viralnya Gili Tangkong Yang Dijual :

Kabar dijualnya Gili Tangkong mendadak viral di Indonesia. Apalagi, hukum di Indonesia tidak mengizinkan jual beli pulau. berikut Lombokterkini.id Rangkum beberapa fakta dibalik Viralnya penjualan Online Gili Tangkong Lombok.


1. Gili Tangkong Tidak Dijual hanya Mencoba menghadirkan Investor

Tidak ada Gili yang dijual," kata Kadis Kominfotik NTB, I Gede Putu Ariyadi pada Senin, 8 Februari 2021. Dia mengatakan, pemerintah memang mencoba untuk menghadirkan investor ke Gili Tangkong namun bukan berarti pulau tersebut dijual.


Gede Aryadi mengatakan, pemerintah daerah memberi karpet merah untuk para investor yang mau berinvestasi di NTB dengan memberikan kemudahan perizinan hingga penyediaan infrastruktur dasar.


2. Sebagian Lahan Gili Tangkong Ternyata Dikelola Investor Singapura

Pengelolaan lahan itu disepakati berdasarkan perjanjian kerja sama (PKS) dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB.


"Dari 17 hektare luas Gili Tangkong, ada 7,2 hektare merupakan aset Pemprov NTB yang dikelola oleh perusahaan asal Singapura dengan pola PKS," ujar Kasat Reskrim Polres Lombok Barat, AKP Dhafid Shiddiq, di Mataram, Senin, 8 Februari 2021 malam.


3. Investor Singapura Mengelola Sebagian Gili Tangkong Sejak 2019

Perjanjian kerja sama pemanfaatan lahan antara Pemprov NTB dengan investor asal Singapura dimulai sejak 2019 dan berakhir pada 18 Desember 2020.


Namun Pemprov NTB sudah mengadakan pengumuman pemanfaatan kembali lahan seluas 7,2 hektare tersebut dan investor asal Singapura itu akan memperpanjang pemanfaatannya.


Sebelumnya, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Yusron Hadi mengaku belum mendapat informasi bahwa salah satu pulau eksotik di Pulau Lombok tersebut di perjualbelikan di salah satu situs internet terkemuka.


Kalau kita lihat luas lahan Gili Tangkong ini 28 hektare, kalau ada iklan 17 are barangkali itu dijual lahan di dalamnya, bukan pulaunya," kata Yusron saat dihubungi melalui telepon dari Mataram, Minggu malam.


#GiliTangkong #GiliTangkongLombok

Catatan : 

Artikel ini adalah hasil riset dari 1001 dari berbagai sumber Media Online di Lombok dan Indonesia, Jika ingin menyampaikan kritik silahkan hubungi kami melalui lombokterkini.id@gmail.com.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama