Dua Penumpang Nekat Melompat ke Laut Saat Penyebarangan Lembar Menuju Padang Bai! 1 Meninggal

DAFTAR Isi : Tampilkan

Dua Penumpang Nekat Melompat ke Laut Saat Penyebarangan Lembar Menuju Padang Bai! 1 Meninggal
Gambar penyelamatan Ilustrasi

Dua penumpang KMP Marina Primera terjun ke bawah laut, Jumat 12 Februari 2021 kemarin sekitar pukul 16.30 wita. Aksi ini terjadi di sekitar Perairan Laut Bali dengan titik koordinaat 8* 35' 324" S// 115* 43' 090" dari Pelabuhan Lembar, Lombok, menuju Pelabuhan Padang Bai, Manggis, Karangasem, Bali.


Penumpang yang terjun bernama Suryati alias Noni (61)asal dari Bandung, Jawa Barat. Kondisinya bisa terselamatkan. Sedangkan rekannya, Siti asal Garut, Jawa Barat, tidak bisa diselamatkan alias meninggal dunia saat dievaakuasi oleh anak buah kapal.Nyawanya tidak tertolong saat diangkat.


Informasi dihimpun di lapangan, kejadian nahas ini terjadi saat KMP Marina Primera berlayar dari Pelabuhan Lembar ke Pelabuhan Padang Bai. Kapal berangkat dari Pelabuhan Lembar pukul 14.25 wita. Setelah mengarungi lautan selama 2 jam, tiba - tiba trdengar suara teriakan yang muncul sekitar kapal. Penumpang yang berada di dalam kapal kaget dan memastikan suara tersebut.Setelah dicek ternyata ada 2 perempuan tercebur ke laut.


Melihat kejadian tersebut, beberapa anak buah kapal (ABK) memberikan bantuan dengan melemparkn pelampung. Sayangnya kedua korban tak bisa meraih pelampung. Akhirnya ABK melompat ke bawah untuk menolong korban. Kedua korban berhasil dievakuasi ke atas kapal.


Namun saat diperiksa oleh ABK bagian kesehatan, korban atas nama Siti sudah meninggal dunia. Sedangkan Suryati alias Noni dalam keadaan lemas depresi. Korban dibawa ke Puskesmas. Kanit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan Pdang Bai, Iptu Gede Wiastra, membenarkan kejadian tersebut.


Sebelum kejadian, tepatnya Rabu 10 Februari 2021 kedua korban tiba di Bima naik kendaraan Bus jurusan Jakarta - Bima. Kedua korban ke Bima untuk menjenguk suami Siti yang sedang sakit.


"Dalam perjalanan ke Bima, Siti memberitahu kondektur kalau suaminya sudah meninggal dan jenazahnya rencananya dibawa ke Jakarta. Kedua penumpang ini memutuskan untuk balik ke Jakarta. Tetapi korban tidak punya uang,"ungkap Wiastra, Sabtu 13 Februari 2021.


Dikarenakan tak punya uang untuk kembali ke Jakarta, ke 2 korban akhirnya meminta uang ke keluarga dengan meminjam rekening kondektur untuk ditransfer. Pihak keluarga mentransferkan uang sekitar 1 juta untuk beli tiket bus dari Bima - Jakarta. Sayangnya uang tak cukup untuk 2 orang


"Jumat (12/2) sekitar pukul 09.00 wita, keduanya menyetop bus tujuan Jakarta. Namun ke 2 tak mampu bayar karena harga tiket normal 750 ribu per orangnya,"ungkap Wiastra. Akhirnya yang bersangkutan kembali secara estafet. Tak ada saksi yang lihat kejadian. Saat dicek korban sudah di laut


"Suryati sempat dibawa ke Puskesmas Manggis 1. Kondisinya lemas dan linglung. Sabtu (13/2) pukul 01.45 wita korban Suryati diantar oleh sopir bus atas nama Moh. Aliyanto. Sedangkan jenazahnya masih dititipkan di RSUD Karangasem,"tambah Iptu Gede Wiastra.


Rencananya, apabila Suryati telah sampai di keluarga korban, biar keluarga korban yang menjemput jenazah di RSUD Karangasem. Kasus sudah ditangani oleh Satuan Polisi Air Polres Karangasem. Petugas kepolisian sudah mencatat saksi - saksi yang lihat kejadian dan melakukan olah TKP di lokasi. (*)

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama