Jalan Rusak dan Licin, Warga Batunyala Praya Tengah Blokir Jalan Antar Desa

DAFTAR Isi : Tampilkan

Masyarakat Batunyala Blokir Jalan Antar Desa
Masyarakat Batunyala Blokir Jalan Antar Desa

Ratusan masyarakat Dusun Riris dan Dusun Tembeng Desa Batunyala Kecamatan Praya Tengah memblokir akses jalan penghubung antar desa. Aksi itu dilakukan lantaran jalan tersebut tak kunjung di perbaiki dan kerap di jadikan ajang komoditi politik.


Salah satu warga Zaini berjanji akan terus memblokir jalan itu jika tuntutan masyarakat ini tidak di indahkan wakil rakyat Dapil I Praya -Praya Tengah dan pemerintah daerah Lombok Tengah. Tidak hanya itu, akan menggedor kantor DPRD dan Kantor Bupati untuk menyampaikan aspirasi masyarakat.


“Kami mempunyai wakil rakyat tapi tidak pernah peduli aspirasi masyarakat baik yang ada di tingkat kabupaten atau provinsi. Kami bersama masyarakat setempat tidak percaya lagi dengan janji jani wakil rakyat. Untuk itu kami menuntut pemerintah daerah Lombok Tengah untuk segera merealisasikan tuntutan masyarakat,” pintanya, Selasa 2 Februari 2021.


Kepala Dusun Riris Lalu Muhnan menyampaikan bahwa masyarakatnya meminta pemerintah darah Lombok Tengah untuk segera memperbaiki ruas jalan penghubung antar beberapa desa yang berada di Dusun Riris dan Dusun Tembeng.


“Sudah 15 tahun masyarakat kami melintasi jalan ini, tetapi tak kunjung di perbaiki hanya janji- janji manis saja yang di janjikan oleh wakil rakyat kami, baik Dewan Provinsi atau Dewan Kabupaten sama saja tidak peduli,” ungkapnya.


Terkait hal itu, Kepala Desa Batunyala H Zaenudin menyampaikan jalan sepanjang 2 kilo meter yang rusak parah ini sudah di usulkan statusnya menjadi jalan Kabupaten. Oleh sebab itu masyarakat meminta pemerintah daerah Lombok Tengah untuk segera memperbaiki ruas jalan tersebut, mengingat jalan tersebut merupakan akses utama masyarakat setempat.


“Ia jalan ini memang sangat rusak parah terlebih di musim penghujan. Kita akan sampaikan tuntutan masyarakat itu untuk direalisasikan,” kata dia.


Setelah mendengarkan penjelasan Kepala Desa, masyarakat membubarkan diri dengan tertib, namun tetap mengancam aksi ke kantor Bupati dan DPRD Loteng. 


Lihat Sumber Artikel

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama