Ngeri! Dua Warga Lotim Sembunyikan Sabu Dalam Dubur dan Celana Dalam

DAFTAR Isi : Tampilkan

Ngeri! Dua Warga Lotim Sembunyikan Sabu Dalam Dubur dan Celana Dalam
Ngeri! Dua Warga Lotim Sembunyikan Sabu Dalam Dubur dan Celana Dalam

Dua warga Sukamulia, Lombok Timur (Lotim), ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN) NTB. Petugas BNN menemukan sabu seberat 339,7 gram dari dua pria berinisial MR, 33 tahun dan SS, 50 tahun, tersebut.


Keduanya diduga menyelundupkan sabu dari Medan, Sumatera Utara (Sumut). Mereka menyembunyikan barang haram tersebut di dalam dubur dan di balik celana dalamnya. ”SS menyembunyikan sabu dalam dubur. MR meletakkan di balik celana dalam,” kata Kepala BNN NTB Brigjen Pol I Gde Sugianyar Dwi Putra, Selasa (9/2/2021).


Sabu yang disembunyikan di dalam dubur dibungkus menggunakan kondom. Lalu diberi pelicin dan dimasukkan dalam dubur. ”Kalau yang disembunyikan di balik celana dalam hanya dibungkus menggunakan plastik,” tutur Sugianyar.


Terungkapnya kasus penyelundupan sabu yang dilakukan MR dan SS berawal dari laporan masyarakat. Mereka disuruh seseorang untuk membeli sabu ke Medan. ”Mereka dijanjikan mendapatkan upah Rp 10 juta hingga Rp 12 juta,” jelasnya.


Dari Medan, mereka terbang ke Lombok menggunakan maskapai Citilink dengan nomor penerbangan QG640, Sabtu (30/1/2021) lalu. ”Kita yang mendapatkan informasi langsung siap siaga di bandara,” kata jenderal polisi bintang satu ini.


Begitu tiba di bandara Lombok, kedua terduga pelaku penyelundupan langsung digeledah. Namun petugas tidak menemukan barang bukti saat menggeledah badan. Ketika diminta membuka seluruh pakaian, petugas menemukan bungkusan sabu di balik celana dalam MR. ”Di balik celana dalamnya ditemukan dua poket sabu. Masing-masing beratnya 85,57 gram dan 85,69 gram,” ujarnya.


Sementara, dari SS petugas tidak menemukan barang bukti, meski sudah diminta melepaskan seluruh pakaiannya. Tetapi, dari gerak geriknya yang mencurigakan, ternyata SS menyimpan sabu tersebut di dalam dubur. Petugas memintanya mengeluarkan sabu dari dalam dubur. Ditemukan dua poket sabu. Masing-masing seberat 78,04 gram dan 90,10 gram.


”Jadi total berat sabu yang dibawa mereka 339,7 gram,” terang Sugianyar.


Dari hasil interogasi, sabu tersebut rencananya bakal diedarkan di wilayah Lotim. Keduanya mengaku sabu baru sekali menyelundupkan sabu. ”Tetapi, kita masih kembangkan kasus ini,” ungkapnya.


Sampai saat ini Bidang Pemberantasan BNN NTB masih mengembangkan kasus itu. ”Pemesannya kita masih kejar,” ujarnya.


Akibat perbuatannya, MR dan SS dijerat pasal 112 ayat (2) dan pasal 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya hukuman mati atau seumur hidup.


Sugianyar mengatakan, saat ini wilayah Lotim menjadi target penyelundupan narkoba. Dari catatan BNN NTB, ada 10 tersangka yang sudah ditangkap sepanjang tahun 2018-2019. ”Ada lima jaringan narkoba dari Lotim yang sudah kita tangkap,” bebernya.


Tiga tersangka dari Kecamatan Aikmel dengan barang bukti 3 kilogram ganja dan 3,3 kilogram sabu. Kecamatan Masbagik sebanyak 20 kilogram ganja dan 400 gram sabu. Kecamatan Pringgasela menangkap 1 kilogram ganja, Kecamatan Sukamulia 130 gram sabu, dan Kecamatan Selong ada yang diamankan 950 gram sabu.


Wilayah Lombok menjadi pasar yang menjanjikan bagi jaringan narkoba. Sebab harga sabu cukup mahal. ”Di Medan harga sabu Rp 750 ribu per gramnya. Kalau sudah di Lombok bisa sampai Rp 2 juta per gramnya,” beber Sugianyar.


Lihat Sumber Berita

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama