Seorang Pria di Lotim Gantung Diri, Kasus Bunuh Diri di Lombok Makin Meningkat

DAFTAR Isi : Tampilkan

Seorang Pria di Lotim Gantung Diri, Kasus Bunuh Diri Makin Meningkat di Lombok!
Gambar Ilustrasi Seorang Pria di Lotim Gantung Diri / Google Image

Seorang pria inisial IM, 31 tahun ditemukan sudah tidak bernyawa lagi. Ia nekat mengakhiri hidupnya, setelah dilihat warga mondar mandir di depan rumahnya dan beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri sebelumnya. Korban berasal dari Karang Dalem Dusun Gubuk Baret Desa Pringgasela Kecamatan Pringgasela Lombok Timur (Lotim). Sebelum kejadian, korban sempat ditawari kopi oleh tetangganya (saksi). Kejadiannya, sekitar pukul 06.00 Wita, kemarin.


Kronologi kejadiannya, sekitar pukul 05.00 Wita, Kartini (saksi) bersama suaminya melihat korban mondar mandir di depan rumahnya. Saat itu, kedua saksi sempat menawarkan korban minum kopi. Akan tetapi, tawaran Kartini dan suaminya ditolak korban.


Karena menolak tawaran kopi, saksi pun masuk ke rumah untuk nonton televisi. Sementara suami saksi masuk ke dalam kamar untuk istirahat. Pukul 06.00 wita, saksi masuk ke dapur untuk memasak. Begitu menyalakan kompor, saksi membuka pintu dapur dan menuju tempat heller tepung.


Di sana, saksi menemukan korban dalam keadaan tergantung dan sudah tidak bernyawa. Saksi langsung berteriak minta tolong. Sejumlah warga pun datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk membantu menurunkan korban. Sejumlah warga kemudian menurunkan tubuh korban, dengan cara memotong tali yang menjerat leher korban. Korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah korban.


Polsek Pringgasela yang mengetahui informasi tersebut, langsung datang ke TKP untuk melakukan identifikasi dan olah TKP. Selain itu, personel Polsek Pringgasela, meminta keterangan korban.


Kapolres Lotim, melalui Kasubbag Humas, IPTU Lalu Jaharudin, mengatakan, keterangan diperoleh Polsek Pringgasela, korban mengalami gangguan jiwa, dan masih dalam perawatan. Beberapa kali, korban korban dirawat ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Mataram.


Rupanya, korban beberapa kali pernah melakukan percobaan bunuh diri, akan tetapi bisa digagalkan oleh keluarga. Dengan kejadian itu, kematian korban itu dianggap sebagai musibah, sehingga menolak dilakukan otopsi. Karena menolak diotopsi, keluarga korban membuat surat pernyataan.


“Sebab menerima kejadian itu sebagai musibah, jenazah korban langsung diserahkan pada keluarga, untuk dimakamkan. Hari ini (kemarin, red), korban langsung dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) dusun setempat,” tegasnya.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama