Jual Sabu Untung Banyak! Tiga Orang Ibu di Mataram Diringkus Polisi

DAFTAR Isi : Tampilkan

Satresnarkoba Polresta Mataram menangkap empat orang terduga penjual sabu di Karang Bagu Kota Mataram

Peredaran gelap narkoba di Karang Bagu, Cakranegara, Kota Mataram, belum ada habisnya. Jumat malam (19/3/2021) lalu, tim Satresnarkoba Polresta Mataram menangkap empat orang terduga penjual sabu dari lingkungan tersebut. Tiga orang di antaranya perempuan dan satu pria.


Tiga perempuan yang ditangkap masing-masing berinsial HR alias Anah, 38 tahun; NH alias Yati, 36 tahun; dan SU alias Marni. Sedangkan pria yang ditangkap berinisial AW alias Winata, 30 tahun. ”Tiga perempuan itu berprofesi sebagai ibu rumah tangga,” kata Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP I Made Yogi Purusa Utama, Minggu (21/3/2021).


Operasi penangkapan dilakukan sekitar pukul 20.30 Wita. Sebelumnya, polisi mendapat informasi di rumah SU alias Marni kerap terjadi transaksi sabu. ”Kita langsung melakukan pengembangan,” jelasnya.


Saat digerebek, Marni dan Winata sempat melarikan diri dari rumah tersebut. Namun polisi yang sudah sigap berhasil menangkap keduanya. ”Gang yang sempit membuat kita kesulitan melakukan penangkapan. Tetapi, kami sudah mempersiapkan proses penangkapan dengan matang,” tutur Yogi.


Saat keduanya digeledah, polisi menemukan enam plastik klip bening berisi sabu. Total beratnya 40,24 gram. Petugas juga menemukan uang Rp 26 juta lebih. ”Diduga uang tersebut asil penjualan sabu,” katanya.


Selain Marni dan Winata, seorang wanita berinisial NH alias Yati yang sedang duduk di dekat rumah Marni juga ditangkap. Gerak-gerik Yati cukup mencurigakan. Setelah digeledah badan tidak ditemukan barang bukti sabu. Tetapi, saat bungkusan teh yang berada didekatnya digeledah ditemukan sabu seberat 13,86 gram. ”Dugaan kami NH sengaja membuang barang bukti,” kata Yogi.


Di rumah itu, polisi juga menemukan pipet plastik yang sudah diruncingkan serta pipa kaca. ”Kami menduga di rumah tersebut juga menyediakan tempat menggunakan sabu,” terangnya.


Setelah menangkap Marni, Winata, dan Yati, polisi melakukan pengembangan. Sasarannya rumah Anah yang berlokasi tidak jauh dari rumah Marni. ”Rumah itu (Anah,Red) juga kerap dijadikan sebagai tempat transaksi sabu,” kata dia. Saat hendak ditangkap, Anah berusaha bersembunyi. Polisi menemukannya di kamar mandi. ”Dia berusaha menghindar dari kami dan membuang sabu ke dalam kloset,” tutur Yogi.


Polisi menemukan 26 plastik klip berisi sabu di dalam kloset kamar mandi rumah Anah. Setelah ditimbang beratnya 23 gram. ”Sabu itu siap diedarkan,” kata dia. Polisi juga menyita uang Rp 2,8 juta. Uang tersebut ditemukan dompet Anah. “Uang itu juga hasil dari penjualan sabu,” terangnya.


Setelah dikalkulasi, total sabu yang disita dari operasi di Karang Bagu mencapai 77,1 gram serta uang tunai Rp 28,8 juta lebih. Yogi mengatakan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan. Mendalami peran masing-masing orang yang ditangkap. ”Semua masih dalam pengembangan,” kata Yogi.


Empat orang yang ditangkap dijerat dengan pasal 112 dan atau pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama