Wagub dan Suami Positif Covid-19 meski Sudah Divaksin, Kok Bisa?

DAFTAR Isi : Tampilkan

Wakil Gubernur (Wagub) NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah sudah dinyatakan positif terjangkit covid-19. Begitu pula dengan suaminya, H Khairul Rizal dan 7 orang lainnya yang tinggal di Pendopo. 


Meskipun telah dua kali menerima vaksin Sinovac, Wakil Gubernur NTB, Siti Rohmi Djalillah dan suami, Muhammad Khaerul Rizal, yang juga merupakan anggota DPRD NTB, positif Covid-19. Rohmi membenarkan dirinya positif covid-19, tetapi dengan status orang tanpa gejala atau OTG. Hal itu disampaikan Rohmi dalam pesan video pendek berdurasi 18 detik, yang dikirimkannya melalui WhatsApp pada Kompas.com, Minggu (14/3/2021).


Wagub dan Suami Positif Covid-19 meski Sudah Divaksin
foto Wakil Gubernur NTB dan Suaminya


WAGUB DAN SUAMI POSITIF COVID-19 MESKI SUDAH DIVAKSIN, BEGINI PENJELASAN MEDISNYA. 


Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr Lalu Hamzi Fikri menjelaskan, positifnya Wagub telah dirilis Tim Gugus Covid-19 pada 13 Maret 2021 dengan nomor pasien 9930. “Beliau sudah mendapatkan vaksinasi covid-19 dengan 2 dosis. Vaksinasi covid-19 telah dilakukan dengan lengkap sehingga pasca-pemberian imunisasi tubuh telah membentuk antibodi, antibodi yang tumbuh akan  melakukan perlawanan terhadap virus corona yang masuk ke dalam tubuh,” ucapnya. 


Kemampuan tubuh dalam melawan virus corona pada orang yang sudah divaksinasi, kata Fikri, akan lebih baik. Mengingat, tubuh sudah mengenal virusnya dibandingkan dengan orang yang belum divaksinasi. 


Gejala yang timbul saat terinfeksi virus corona pada orang yang sudah divaksinasi lengkap 2 dosis, akan lebih ringan dibandingkan dengan orang yang belum divaksinasi. Selain itu, orang yang sudah divaksinasi karena  mempunyai daya tahan lebih baik, maka risiko menularkan covid-19 kepada orang lain akan lebih kecil. 


Oleh karena itu, tegas Fikri, vaksinasi tetap memiliki manfaat yang besar pada setiap individu. Khususnya dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian covid-19. “Vaksinasi merupakan upaya pencegahan dari dalam tubuh, tetapi upaya pencegahan dari luar  agar virus tidak masuk ke dalam tubuh tetap menjadi bagian terpenting untuk memutus rantai penularan covid-19 di masyarakat,” ujarnya.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama