Demi No. Antrean, Penerima BLT di Lombok ke Bank Sehabis Sahur dan Langgar Prokes

DAFTAR Isi : Tampilkan

Penerima BLT di Lombok Langgar Prokes
Gambar Antrean Penerima BLT di Lombok Yang Langgar Prokes Covid-19 

Sudah sepekan terakhir pasca pencairan dana bantuan, ratusan warga penerima BLT UMKM mengantre di kantor bank pemerintah dibeberapa lokasi kantor Bank di Lombok. Antrean panjang terjadi setiap hari. 


Menurut Pengakuan salah seorang penerima bantuan pemerintah tersebut yaitu Maryam (28) mengatakan "ada warga yang sampai rela tidur di depan kantor Bank ada juga yang datang sehabis sahur dan pagi-pagi buta sehabis sholat subuh demi memperoleh nomor antrean" katanya melalui facebook ke Lombokterkini.id.


Selain itu Penerapan protokol kesehatan (prokes) di bank saat mengantre dan Penyaluran bantuan pemerintah menjadi sorotan Tim Satgas Provinsi NTB karena melanggar prokes COVID-19. Pasalnya terjadi kerumunan masyarakat tanpa ada jaga saat pengambilan bantuan. Hal itu diungkapkan Asisten I Setda NTB, Hj Bq Eva Nurcayaningsih saat memberikan sambutan pelantikan dan pengukuhan BPSK Lobar di Becingah Agung Kantor Bupati Lobar, kemarin.


Dari pantauan koran ini memang terjadi kerumunan di depan kantor salah satu bank di wilayah Gerung beberapa hari lalu. Bahkan terpantau ada masyarakat yang tak mengenakan masker saat berkerumun. “Pantauan kami di lapangan, sekarang bank-bank sedang menyalurkan bantuan dan kerumunan,” ungkap Eva.


Menurutnya, dari satgas tidak secara frontal ingin melakukan penertiban. Sehingga ia meminta bantuan OJK untuk mengingatkan pada bank yang ada di bawah lembaga otoritas jasa keuangan itu. “Mungkin bisa dibagi per wilayah (saat penyalurannya), agar tidak berkerumun sekali,” pesannya.


Menurut mantan pejabat Pemkab Lobar itu, tim Satgas Covid-19 tidak lelah mengingatkan prokes tetap dijaga. Karena meski sudah divaksin bukan berarti bebas dari Covid-19. “Justru setelah vaksin kita malah harus memperketat prokes, sebab antibodi baru keluar pada 28 hari setelah vaksinasi ke-2,” jelasnya.


Ia mengatakan pihaknya akan tetap mengingatkan penerapan prokes kapanpun dan dimanapun. Mengingat hingga kini pandemi belum juga berakhir. “Mungkin ada yang lupa atau lengah sedikit, kami tim Satgas Covid 19 terus ingatkan,” pungkasnya.


Terpisah, Kasat Pol PP Lobar, Bq Yeni S Ekawati yang dikonfirmasi terkait kerumunan itu membenarkannya. Ia mengaku sudah pernah mengingatkan pihak perbankan atas kerumunan itu dan memberikan masukan ketika ada acara di Polres Lobar beberapa waktu lalu. Hingga menyarankan membagi per daerah untuk penyaluran bantuan. Sayangnya pihak bank tidak mengindahkan dengan berbagai alasan. “Saya bilang saat itu bagaimana caranya agar diatur waktunya (penyaluran), tapi katanya meraka mengejar target dan sebagainya,” bebernya.


Padahal pihaknya memberikan saran agar tidak terjadi penumpukan. Ia pun mengaku serba salah, disatu sisi masyarakat membutuhkan bantuan itu, namun disisi lain melanggar prokes. Sehingga pihaknya hanya bisa memberikan masukan kepada pihak bank. Disamping berkoordinasi dengan Satpol PP Provinsi untuk bisa melanjutkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membawahi bank-bank itu.


“Kita komunikasikan ke Satpol PP Provinsi tolong sampaikan ke OJK yang bisa menyampaikan ke bank,” jelasnya.


Menurut Yeni seandainya saran dan masukan pihaknya diterima perbankan, untuk pembagian dilakukan per kecamatan. pihaknya siap membantu pengamanannya. Agar tidak muncul kerumunan masyarakat. Sebab pihaknya tetap berusaha melakukan penindakan atas perda penegakan prokes.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama