Gadis 18 Tahun di Lotim Dua Kali Diperkosa Oleh Tetangga Sebelah Hingga Hamil

DAFTAR Isi : Tampilkan

Gambar Ilustrasi Kejadian
Gambar Ilustrasi Kejadian

Kasus asusila di Kabupaten Lombok Timur akhir-akhir ini alami peningkatan, mulai dari kasus pemerkosaan anak SMP di gilir Enam Pemuda, kasus pemerkosaan terhadap penyandang disabilitas dan berbagai kasus asusila lainnya.


Kali ini, Kasus serupa kembali terjadi di desa Perian, kecamatan Montong Gading, korbanya kali ini salah seorang gadis 18 tahun sebut saja melati yang masih berstatus Mahasiswi, kasus ini terungkap saat orang tuanya memeriksakam korban ke Puskesmas dan di nyatakan hamil. Dimana  Anaknya telah diperkosa sebanyak dua kali hingga hamil saat rumah sedang sepi oleh pelaku FS yang merupakan tetangganya sendiri.


Tak terima perbuatan pelaku, orang tua korban melaporkan kasus tersebut ke SPKT polres Lombok Timur untuk proses hukum. SPKT Polres Lotim melalui Kasubag Humas Iptu L Jaharudin yang di konfirmasi membenarkan adanya laporan dugaan perbuatan asusila tersebut.


Kasus dugaan asusila yang menimpa korban, dalam laporan orang tuanya, pelakunya tetangga sebelah rumah korban sendiri. "Kasusnya sudah di tangani dan kini dalam proses penyelidikan," ucapnya.


Menurut Jaharudin, kronologi kasus dugaan perbuatan asusila yang di lakukan pelaku yaitu FS warga desa Perian kecamatan Montong Gading Lotim, terhadap sebut saja Melati (18) yang merupakan tetangganya terjadi pada 2020 lalu. Pelaku melakukan aksi bejatnya di rumah korban saat rumah sepi.


Terungkapnya perbuatan pelaku ini saat orang tua korban membawa korban untuk memeriksakan kesehatannya ke klinik Permata Cinta Terara, Bak disambar gledek, orang tua korban kaget saat mendapatkan penjelasan dari pihak klinik kalau naknya dinyatakan hamil.


Untuk memgungkap pelaku yang menghamili, orang tuanya menanyakan kepada korban siapa yang menghamilinya. Setelah dipaksa akhirnya korban mengaku kalau dirinya telah di perkosa oleh FS Tetangga sebelah sebanyak dua kali di rumahnya saat rumah sedang sepi.


Merasa keberatan dan tidak terima perbuatan pelaku, Senin (19/4) orang tua korban langsung melaporkan kasus ini ke SPKT Polres Lombok Timur. Dalam laporannya, orang tua korban juga mengaku kalau sejak Juli 2020 lalu, dia sempat curiga melihat prilaku korban yang mengalami keterbelakangan mental sering mual mual seperti orang hamil.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama