Remaja 16 Tahun di Lobar Diperkosa Bapak Kandung dan Kakaknya Hingga 5 Kali

DAFTAR Isi : Tampilkan

Remaja 16 Tahun di Lobar Diperkosa Bapak Kandung dan Kakaknya Hingga 5 Kali
Remaja 16 Tahun di Lobar Diperkosa Bapak Kandung dan Kakaknya Hingga 5 Kali

Seorang pria di salah satu desa di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat berinisial M (56) ditangkap karena diduga menyetubuhi anak kandung perempuannya sendiri berinisial MA (16) yang masih di bawah umur. Pelaku ditangkap setelah dilaporkan oleh warga ke polisi, Rabu (28/4/2021).


Kapolsek Lingsar, AKP Dewi Komalasari membenarkan terkait penangkapan tersebut. Hal itu bermula dari adanya beberapa warga yang mendatangi Polsek Lingsar melaporkan tentang tindak pidana persetubuhan yang dilakukan orang tua kepada anak kandungnya yang masih di bawah umur.


Usai mendapat laporan tersebut, Unit Reskrim Polsek Lingsar kemudian  langsung mengecek kebenaran laporan dengan terjun ke tempat kejadian perkara (TKP). Sesampainya di sana, langsung dilakukan interogasi awal terhadap korban. Korban pun mengakui telah disetubuhi sebanyak lima kali oleh bapak kandungnya. Tidak hanya itu, tanpa diduga kakak kandungnya sendiri berinisial A (21) juga pernah melakukannya sebanyak satu kali.


Setelah interogasi tersebut, selanjutnya Tim Opsnal Polsek Lingsar langsung mencari keberadaan kedua pelaku dan sekitar pukul 15.30 WITA keduanya berhasil diamankan.


Interogasi singkat terhadap kedua pelaku didapatkan keterangan bahwa benar M menyetubuhi anaknya sebanyak lima kali. Di mana awal persetubuhan dilakukan di rumah korban pada saat tidur. Dan setelah melakukan hubungan badan tersebut pelaku mengancam korban untuk  tidak memberitahukan kepada siapapun. Kemudian hubungan badan juga  dilakukan pelaku kepada korban di kiosnya  yang berlokasi di depan Pasar Duman. “Terakhir kali melakukan pada hari Minggu 18 april 2021 sekitar pukul 07.00 WITA di kios milik pelaku,” ujar Dewi, Kamis (29/4/2021).


Kemudian dari kakak kandung korban juga mengakui telah menyetubuhi adiknya. Hal itu dilakukannya hanya sekali di rumahnya korban. Kejadiannya sekitar Februari 2021.


Untuk proses lebih lanjut, kasus kini dilimpahkan penanganannya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Mataram. “Informasi detailnya silakan nanti ke PPA Polresta Mataram,” ujar Dewi.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama