Bocah dari Bonjeruk Tewas Tenggelam di Kali Abangan Jonggat Lombok Tengah

DAFTAR Isi : Tampilkan

Bocah dari Bonjeruk Tewas Tenggelam di Kali Abangan Jonggat Lombok Tengah
Proses evakuasi oleh warga seorang Bocah dari Bonjeruk Tewas Tenggelam di Kali Abangan Jonggat Lombok Tengah

Kali Abangan di Pengenjek, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) menelan korban jiwa. Seorang anak laki – laki, Baharudin, 13 tahun, warga Dusun Peresak, Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah tenggelam dan hannyut di Kali Abangan dan ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia, pada Selasa sore, (18/5/2021).


Peristiwa korban tenggelam dan ditemukan dalam keadaan sudah meninggal dunia di Kali Abangan itu dibenarkan oleh Kapolsek Jonggat, Iptu Bambang Sutrisno, Rabu, (19/5/2021). Mantan Kapolsek Praya Timur itu mengungkapkan, sebelum ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa, korban bersama temannya mandi di Kali Abangan.


Sekitar pukul 16.00 Wita, korban menyelam di Kali Abangan dan beberapa menit kemudian, korban ditemukan mengapung diatas permukaan air Kali Abangan. “Diduga korban tenggelam akibat derasnya pusaran air di kali itu. dari keterangan saksi di lokasi yakni teman korban Mario Edisaputra (14), Korban tidak muncul kepermukaan air kali sejak mulai masuk atau menyelam, namun selang berapa menit korbanpun terlihat sudah mengapung dipinggir kali,” ungkap Iptu Bambang


Saksi yang melihat kejadian itu kata pria yang akrab disapa Babe langsung berteriak minta tolong dan warga sekitar yang sedang berada di lokasi langsung menolong dengan membawa korban menuju Puskesmas Desa Bonjeruk. “Mendapat laporan tersebut, kami langsung menuju Puskesmas untuk memastikan keadaan korban. 


Namun saat kami tiba di Puskesmas, korban sudah dinyatakan meninggal dunia oleh petugas Puskesmas,” ujarnya. Selanjutnya, jasad korban langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga ke rumah duka di Dusun Peresak, Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah.


Atas peristiwa itu, orang tua dan pihak keluarga korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah serta menolak untuk dilakukannya outopsi terhadap Jasad Korban.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama