Seorang Pria di KLU Tega Setubuhi Adik Ipar 13 Tahun Hingga Hamil 6 Bulan

DAFTAR Isi : Tampilkan

Gambar Ilustrasi Seorang Pria di KLU Tega Setubuhi Adik Ipar 13 Tahun Hingga Hamil 6 Bulan
Gambar Ilustrasi dan Pelaku Seorang Pria di KLU Tega Setubuhi Adik Ipar 13 Tahun Hingga Hamil 6 Bulan

Lagi-lagi kasus takterpuji kembali terungkap. Kali ini Seorang anak perempuan berinisial LD 13 tahun dihamili oleh seorang pria berusia 25 Tahun yaitu SH yang merupakan Kakak Iparnya sendiri. kejadiannya di Dusun Cupek Desa Singgar Penjalin Kecamatan Tanjung Lombok Utara. Atas perbuatan pelaku, kini korban yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar itu hamil 6 Bulan. 


Pelaku menyetubui korban dua kali sejak November 2020, sehingga sekarang korban dalam keadaan hamil. Korban sendiri saat ini masih duduk di Kelas VI SD dan kini mengalami psikis trauma berat. “Kondisi korban sekarang hanya bisa termenung dan menangis atas kejadian yang menimpanya,” terangnya.


Kapolres Lombok Utara AKBP Feri Jaya Satriansyah melalui Kasat Reskrim Polres Lombok Utara AKP Anton Rama Putra mengatakan bahwa kejadian ini terungkap berawal dari adanya laporan yang masuk dan petugaspun langsung mengambil mengambil langkah pasti terkait laporan adanya perbuatan seseorang yang melanggar norma hukum, yaitu korban setubuhi anak di bawah umur hingga hamil.


Dari data yang dikumpulkan berhasil menemukan Pelaku, yakni SH yang beralamat Dusun Orong Sekul Desa Medana Kecamatan Tanjung Kabupaten Lombok Utara dan langsung diamankan guna penyelidikan lebih lanjut.


Kejadian ini berawal dari pelaku dan korban berpacaran pada November 2020 itu. Setelah seminggu berpacaran, mereka kemudian melakukan hubungan terlarang layaknya suami istri sebanyak dua kali. TKP pertama di Dasan Lekong, Dusun Cupek, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung. Kemudian TKP kedua di Pantai Muara Putat, Dusun Muara Putat, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang. “Pelaku dan korban berhubungan intim layaknya suami istri karena mengaku atas dasar suka sama suka,” ungkap Anton


Sesuai pengakuan, mereka melakukan hubungan intim pada saat malam hari dalam kondisi rumah sepi. LD sekarang tengah mengandung enam bulan sesuai hasil pemeriksaan Bidan di Desa Pemenang Timur. Dengan kejadian tersebut, kedua keluarga, baik dari pelaku dan korban ingin agar SH dan LD dinikahkan saja. Tetapi berdasarkan hukum, keduanya tidak bisa dinikahkan karena LD merupakan adik kandung dari istri SH. “Setelah menyampaikan penjelasan, pihak keluarga kedua belah pihak menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian,” ungkapnya.


Akibat perbuatan bejat pelaku, korban yang polos dan masih belia kini trauma berat. Pelaku yaitu SH, diancam dengan Pasal 81 KUHP sebagai mana yang dimaksud dalam pasal 76D, dengan hukuman paling lama 15 tahun dan denda paling besar Rp5 miliar rupiah. 

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama