Harga Jual Sapi Menjelang Idul Adha di Lombok Tengah Masih Anjlok

DAFTAR Isi : Tampilkan

Harga Jual Sapi Menjelang Idul Adha di Lombok Tengah Masih Anjlok
Harga Jual Sapi Menjelang Idul Adha di Lombok Tengah Masih Anjlok

Harga jual Sapi dan Kambing menjelang hari Raya Idu Adha tahun ini di Lombok Tengah merosot tajam. Bahkan, di masa sulit ini, para peternak harus berjuang sendirian tanpa uluran bantuan pemerintah.


“Kalau harga bibit Sapi masih mahal, yang anjlok ini harga penjualan sapi yang sudah berumur dan besar, kalau dulu biasanya sebelum hari H Idul Adha, sapi-sapi yang kami jual di sini harganya mahal” keluh salah seorang peternak sapi saat ditemui di Pasar Hewan Praya Lombok Tengah, Sabtu (17/07/2021).


Dalam situasi sulit ini meskipun mendekati Hari Raya Kurban, Para peternak Sapi di Lombok Tengah mengeluh karena harga jual Sapi dan kambing masih dibawah Rata-rata alias anjlok. “Harganya jauh beda, dulu sebelum pandemi, lumayan lah dapatnya (Peternak) tapi kalau sekarang asli anjlok dan murah” imbuhnya.


Anjloknya harga sapi di masa pandemi ini pun diakui beberapa peternak lainnya di Lombok tengah. Bahkan anjlok sampai Rp 3 juta per ekornya dari harga Normal. Bila dibandingkan dengan situasi Normal sebelum pandemi. Merosotnya harga itu pun tentu menyebabkan para peternak ini mengalami kerugian.


“Kalau dibilang rugi, sebenarnya rugi tenaga dan waktu, karena tidak sesuai hasil ternak selama bertahun tahun tapi dengan penjualan saat ini harganya sangat murah,” ungkap salah satu peternak sapi dengan nada pasrah.


Bagaimana tidak, harga yang merosot jauh itu tidak berbanding lurus dengan besarnya biaya untuk memelihara dan merawat hewan ternak yang mereka punya. “Selain harga sapi, Harga kambing juga anjlok, sementara pengeluaran besar dan peternak juga banyak,” akuinya.


Namun ia mengakui, yang menjadi kendala para peternak di sana bukan soal ketersediaan dan kesehatan hewan. Tetapi lebih kepada harga jual Sapi yang terlalu murah. “Sapi banyak, pembeli juga banyak tapi harga jual sapi yang sangat murah dan merugikan” sambung dia.

0/Post a Comment/Comments

Lebih baru Lebih lama